AGEN JUAL GEOTEXTILE NON WOVEN DAN WOVEN


Material geotextile adalah bahan yang sering digunakan dalam pembangunan jalan di atas tanah lunak contohnya pada lahan yang ada di pulau Sumatera dan Kalimantan yang banyak terdapat lahan tanah gambut. Selain itu geotextile juga digunakan sebagai filter dalam konstruksi penahan gelombang baik di tepian pantai maupun lepas pantai. Istilah “geosynthetic” mengacu pada bahan sintetik yang digunakan dalam permasalahan geotehnikal. Material sintetik merupakan hasil polimerisasi dari industri-industri kimia atau minyak bumi djual-geotextile.blogspot.com


Penggunaan meterial geotextile berkaitan dengan sifat ketahanan (durabilitity) bahan sintetik terhadap senyawa-senyawa kimiawi, pelapukan, keausan, sinar ultra violet dan mikro organisme. Polimer utama yang digunakan untuk pembuatan geosintetik adalah Polyester (PET / PE), dan Polypropylene (PP).
Geosynthetic yang Kami sediakan terdiri dari:
  1. Geotextile, bahan anti air dan dibuat dengan cara anyaman (Woven) atau tanpa anyaman (Non Woven) terbuat dari gabungan benang atau serat- serat sintetik.
  2. Geobag, bahan geotextile yang berbentuk karung (bag) sebagai perkuatan di daerah aliran sungai atau pantai.


GEOTEXTILE
Geotextile meliputi Woven (tenun) dan Non Woven (tanpa tenun). Tenun dihasilkan dari ‘interlaying’ antara benang-benang melalui proses tenun, sedangkan non woven dihasilkan dari beberapa proses seperti : heat bonded (dengan panas), needle punched (dengan jarum), dan chemical bonded (menggunakan bahan kimia). Baik Woven maupun Non Woven dihasilkan dari benang dan serat polimer terutama : polypropelene dan polyester. http://djual-geotextile.blogspot.com/

1. Woven Geotextile
Woven Geotextile adalah lembaran Geotextile terbuat dari bahan serat sintetis tenunan dengan tambahan pelindung anti ultra violet yang mempunyai kekuatan tarik yang cukup tinggi, yang dibuat untuk mengatasi masalah untuk perbaikan tanah khususnya yang terkait di bidang teknik sipil secara efisien dan efektif, antara lain untuk mengatasi atau menanggulangi masalah pembuatan jalan dan timbunan pada dasar tanah lunak, dan tanah bekas rawa.
Bahan baku material ini adalah Polypropylene polymer (PP) dan ada juga dari Polyester (PET / PE) yang didukung oleh hasil test dan hasil riset di laboratorium, mengikuti standar ASTM, antara lain : kekuatan tarik, kekuatan terhadap tusukan, sobekan, kemuluran dan juga ketahanan terhadap mico organisme, bakteri, jamur dan bahan-bahan kimia.


Material ini dibuat dalam berberapa macam tipe. Pemilihan tipe yang tepat tergantung pada kondisi tanah dasar, fungsi dan beban yang direncanakan.

2. Non Woven Geotextile
Geotextile Non Woven, atau disebut Filter Fabric (Kain Penyaring) adalah jenis Geotextile yang tidak teranyam, berbentuk seperti kain karpet. Pada umumnya bahan dasarnya terbuat dari bahan Polimer Polyester (PET / PE) atau Polypropylene (PP).


Geotextile Non Woven berfungsi sebagai :
  1. Filter / Penyaring
Sebagai filter, Geotextile Non Woven berfungsi untuk mencegah terbawanya partikel-partikel tanah pada aliran air. Karena sifat Geotextile Non Woven adalah permeable (tembus air) maka air dapat melewati Geotextile tetapi partikel tanah tertahan. Aplikasi sebagai filter biasanya digunakan pada proyek-proyek subdrain (drainase bawah tanah).
  1. Separator / Pemisah
Sebagai separator atau pemisah, Geotextile Non Woven berfungsi untuk mencegah tercampurnya lapisan material yang satu dengan material yang lainnya.
Contoh penggunaan Geotextile sebagai separator adalah pada proyek pembangunan jalan di atas tanah dasar lunak (misalnya berlumpur). Pada proyek ini, Geotextile mencegah naiknya lumpur ke sistem perkerasan, sehingga tidak terjadi pumping effect yang akan mudah merusak perkerasan jalan. Selain itu keberadaan Geotextile juga mempermudah proses pemadatan sistem perkerasan.
  1. Stabilization / Stabilisator
Fungsi Geotextile ini sering disebut juga sebagai Reinforcement / Perkuatan. Misalnya dipakai pada proyek-proyek timbunan tanah, perkuatan lereng dll. Fungsi ini sebenarnya masih menjadi perdebatan dikalangan ahli geoteknik, sebab Geotextile bekerja menggunakan metode membrane effect yang hanya mengandalkan tensile strength (kuat tarik) sehingga kemungkinan terjadinya penurunan setempat pada timbunan, masih besar, karena kurangnya kekakuan bahan. Apalagi sifat Geotextile yang mudah mulur terutama jika terkena air (terjadi reaksi hidrolisis) menjadikannya rawan sebagai bahan perkuatan lereng.
  1. Lain-lain
Fungsi Geotextile yang lain adalah sebagai pengganti karung goni pada proses curing beton untuk mencegah terjadinya retak-retak pada proses pengeringan beton baru.

GEOTEXTILE SEBAGAI PENANGANAN LONGSORAN
Salah satu penerapan geotextile adalah untuk penanganan longsoran, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penanggulangan longsoran dengan bahan geosynthetic atau geotextile pada ruas jalan sebagai perkuatan timbunan jalan mempunyai fungsi sebagai berikut :
  1. Geosynthetic atau geotextile sebagai separator, yaitu mencegah bercampurnya agregat pilihan dengan lapisan asli tanah lunak
  2. Geosynthetic atau geotextile sebagai perkuatan tanah dasar, yang mana material geosynthetic atau geotextile memiliki properties kekuatan tarik yang melawan pergerakan tanah dasar baik mengembang ataupun menyusut.
  3. Geosynthetic atau geotextile sebagai perkuatan lereng jalan sementara atau permanen
  4. Geotextile non woven atau tanpa tenunan yang terbuat dari serat polyprophylene melalui proses needle punched adalah cocok untuk diterapkan pada tanah dasar yang banyak mengandung sisa-sisa tanaman karena mempunyai daya tahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan lainnya. Disamping itu geotextile non woven memiliki sifat bahan yang lebih bagus sehingga bisa sekaligus berfungsi sebagai filter yang hanya melarutkan air tanpa membawa sisa-sisa tanah.


|

PRODUK KAMI