Cara Pemasangan Geotextile

CARA PEMASANGAN GEOTEXTILE Hubungi 021-29043406


Geotextile merupakan salah satu produk yang sangan dibutuhkan oleh perindustrian di Indonesia karena keunggulannya dalam hal perkuatan tanah pada pembangunan jalan. Tapi, bagaimanakah cara memasang geotextile? Berikut ini adalah beberapa langkah dalam pemasangan geotextile non woven, silahkan disimak...


Pemadatan / Penggantian Lapisan Tanah Dasar

Lakukan sweeping (pemeriksaan) secara teliti terhadap area yang akan diberikan lapisan tanah dasar (subgrade). Bersihkan area dari benda-benda keras yang nantinya akan mengganggu proses, seperti misalnya batu-batu besar, besi bekas konstruksi, atau semacamnya. Tentukan lapisan tanah dasar yang sesuai dengan perencanaan, karena kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung dari sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar.

Tanah dasar adalah lapisan paling atas dari timbunan badan jalan setebal 30 cm, yang mempunyai persyaratan tertentu sesuai fungsinya.



Lapisan Tanah Dasar dapat berupa tanah asli yang dipadatkan jika tanah aslinya baik, atau tanah urugan yang didatangkan dari tempat lain atau tanah yang distabilisasi dan lain lain. Ditinjau dari muka tanah asli, maka lapisan tanah dasar dibedakan atas :
  • Lapisan tanah dasar, tanah galian.
  • Lapisan tanah dasar, tanah urugan.
  • Lapisan tanah dasar, tanah asli.

Lapis Pondasi Bawah adalah lapisan perkerasan yang terletak di atas lapisan tanah dasar dan di bawah lapis pondasi atas. Lapis pondasi bawah ini berfungsi sebagai :

  • Bagian dari konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda ke tanah dasar.
  • Lapis peresapan, agar air tanah tidak berkumpul di pondasi.
  • Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas (Geotextile).
  • Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari beban roda-roda alat berat (akibat lemahnya daya dukung tanah dasar) pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan.
  • Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan.

Lapisan Pondasi Atas adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara lapis pondasi bawah dan lapis permukaan. Bahan-bahan untuk lapis pondasi atas ini harus cukup kuat dan awet sehingga dapat menahan beban-beban roda.

Dalam penentuan bahan lapis pondasi ini perlu dipertimbangkan beberapa hal antara lain, kecukupan bahan setempat, harga, volume pekerjaan dan jarak angkut bahan ke lapangan.


Lapisan pondasi atas ini berfungsi sebagai :
  • Bagian perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda dan menyebarkan beban ke lapisan di bawahnya.
  • Bantalan terhadap lapisan permukaan.

Lapisan Permukaan adalah lapisan yang bersentuhan langsung dengan beban roda kendaraan. Lapisan permukaan ini berfungsi sebagai :
  • Lapisan yang langsung menahan akibat beban roda kendaraan.
  • Lapisan yang langsung menahan gesekan akibat rem kendaraan (lapis aus).
  • Lapisan yang mencegah air hujan yang jatuh di atasnya tidak meresap ke lapisan bawahnya dan melemahkan lapisan tersebut.
  • Lapisan yang menyebarkan beban ke lapisan bawah, sehingga dapat dipikul oleh lapisan di bawahnya. 

Pemasangan Geotextile dan Penyambungan

Di tahapan ini, peletakkan geotextile harus secara melintang di jalan, terhampar di area tanah konstruksi tanpa gelombang atau kerutan yang sebelumnya telah diratakan. Penyambungan geotextile satu dengan lainnya dapat dilakukan secara tumpang (overlapping) atau dengan cara dijahit (sewing).Pada saat pemasangan secara tumpang, ada beberapa aturan yang harus dilakukan, yaitu:
  • Gunakan geotextile hitam, atau berwarna gelap. Jika aplikasinya terkena sinar matahari secara langsung.
  • Jangan melakukan tumpang atau jahitan pada garis jalur (line) yang searah dengan beban roda / beban lalu-lintas.
  • Jika daerah pemasangannya berbentuk kurva, sebaiknya digelar searah dengan arah kelokannya.



  • Aturan untuk penyambungan geotextile adalah sebagai berikut:


  • Setiap Ujung Roll Di Tumpang Sebanyak 100 cm (36 inch) Atau Jahit
Penjahitan Bisa Dilakukan Dilapangan Menggunakan Mesin Jahit Portable Dengan Tenaga Generator

Setelah pemasangan geotextile, selanjutnya ditutup dengan material yang sudah dipilih sesuai perencanaan. Penempatan material dilakukan dengan cara mendorong maju tumpukan material agar lapisan geotextile tidak tergilas langsung oleh roda alat berat yang mengangkut material tersebut, atau bisa juga menggunakan excavator. Padatkan lapisan material yang telah rata tersebut dengan menggunakan alat berat, mesin giling, dan sejenisnya.

Sekian informasi mengenai pemasangan geotextile dari kami, semoga bermanfaat...
|

PRODUK KAMI